stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
 
  ROMO MENJAWAB

 

 
     
Dari: AJ. Suharsono Taruna  
  Pertanyaan:  
  Romo ytk dalam Kristus, almarhumah ibu saya sudah lama menjadi katekumen tetapi tidak memenuhi syarat untuk menerima baptisan. Menjelang akhir hidupnya, saya memintakan Sakramen Perminyakan untuknya. Sayang tidak dapat dilayani; Romo Paroki atau asistennya berhalangan, sehingga keluarga kami kecewa berat. Mohon tanggapan. Terima kasih.  
     
  Jawaban:  
 

Saya bisa memahami kekecewaan Bapak. Almarhumah sudah lama menjadi katekumen tetapi tidak memenuhi syarat untuk menerima baptisan. Syarat apa itu? Sayang tidak dijelaskan dengan lebih terinci sehingga saya juga kesulitan menjawabnya. Syarat utama baptis adalah iman dan tobat. Iman berarti kita percaya bahwa Yesus adalah Penyelamat. Tobat berarti mau meninggalkan cara hidup lama dan mengamalkan cara hidup yang ditawarkan Yesus. Dalam keadaan sakit, apalagi kritis, tentu saja dia bisa dibaptis, meskipun mungkin belum mempunyai banyak pengetahuan keagamaan, dsb. Dengan menjadi katekumen bukankah dia sesungguhnya merindukan Kristus dan ingin hidup di dalam kasih-Nya? Dalam keadaan darurat setiap orang boleh membaptis, asal mempunyai maksud yang semestinya (bdk. KHK kan. 861 $ 2).

 

Saya menduga, masalahnya adalah anda memintakan Sakramen Perminyakan untuk seorang yang belum dibaptis. Pastor berhalangan atau menolak karena alasan tertentu. Memang, sakramen pengurapan orang sakit hanya bisa diterimakan kepada mereka yang sudah menerima baptisan. Ada pastor yang kadang langsung menolak pelayanan sakramen kala mengetahui bahwa mereka belum Katolik, tanpa memberikan penjelasan yang memadai. Pelayanan doa selalu bisa diberikan kepada siapa saja, entah sudah dibaptis maupun belum. Nah, apakah pada saat itu anda memberikan penjelasan yang cukup kepada pastor akan situasi ibu anda yang sakit? Atau mungkin malah tidak sempat memberikan penjelasan karena pastor sibuk?

 

Memang seyogyanya seorang pastor punya kepekaan dan kelembutan pastoral terhadap kebutuhan umat beriman. Namun kadang dalam situasi tertentu, sebagai manusia biasa, pastor juga mengalami kelelahan lahir batin, karena dimangsa karya, sehingga tidak dapat melayani umat dengan baik. Dalam situasi seperti itu memang bisa terjadi pastor kurang memiliki kelembutan pastoral, apalagi kalau kehidupan doa mulai berkurang. Kami mohon maaf intuk semua hal itu. Kita berdoa agar Tuhan memberi kita gembala-gembala yang baik. Tentu, tugas penggembalaan dan pelayan pastoral kepada umat tetap menjadi tugas utama seorang pastor paroki.

Semoga anda tidak larut dalam kekecewaan. Tuhan tetap melimpahkan rahmat dan kasih setia-Nya kepada anda dan keluarga. Semoga kerinduan anda dan ibu anda untuk menerima pembaptisan sungguh telah terlaksana. Kini dia telah kembali kepada Bapa di surga. Kami berdoa bagi beliau, kiranya dia kini hidup penuh damai dan bahagia dalam rumah Bapa. Kerinduannya untuk sungguh bersatu dengan Tuhan kini telah tercapai. Kerinduan itu menghantarnya untuk menjadi puteri kekasih Bapa, milik Bapa. Kini dia diambil oleh sang Pemilik untuk menikmati bahagia kekal di sisi-Nya.

 

~ RD. Antonius Padua Dwi Joko

 
     
Dari: Bapak Agus  
  Pertanyaan:  
  Romo Terkasih, Mengapa orang Katolik berdoa di depan patung? Bukankah ini sangat berbahaya untuk masuknya kuasa kegelapan? Mohon bisa di jelaskan. Terima kasih.  
     
  Jawaban:  
 

Bapak Agus  yang budiman, terima kasih untuk suratmu dan ada beberapa penjelasan untuk pertanyaan Anda:

 

I. [Keluaran 20:4] Allah bersabda ”Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di bumi”

 

II. [Bilangan 21:8-9] Tapi Allah juga berfirman kepada nabi Musa: "Buatlah ular tembaga dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut ular, lalu memandangnya, akan tetap hidup."

 

III.  Jadi, masalah sebenarnya bukan membuat patung (sebab Allah malah menyuruhnya). Masalahnya menyembahnya. Patung yang tidak disembah, tidak masalah.

 

IV.  Tapi bagaimana menilainya? Ini menyembah. Itu tidak. Apa ukurannya?

Ukurannya bukan sikap fisik orang, tapi sikap batinnya. Sukar menilainya.  Ada 2 orang bersikap fisik yang sama, memegang pisau.

Yang satu mau membunuh orang tapi yang lain mau memasak.

Begitu pula ada 2 orang sama-sama berlutut di depan patung. Sikap batin yang satu menyembah bendanya. Tapi yang lain ternyata menyembah Allah. Tidak ada yang tahu. Hanya yang bersangkutan dan Tuhan.

 

V.  Dalam kesukaran menilai seperti itu, kita wajib memberi nasihat kepada pelaku. Wajib menasihati terus, agar dia tidak jatuh dalam berhala. Kewajiban moril yang berat. Kalau tidak kita tunaikan, kita dosa berat sebab membiarkan orang terjerumus ke neraka.

 

VI.  Nasihat pertama, kamu boleh saja berlutut di depan patung tapi jangan menyembah bendanya. Yang menyelamatkan bukan bendanya tapi Tuhannya.

 

VII.  Nasihat Kedua, kamu harus cerdas dan beriman, agar kamu menggunakan patung hanya sebagai alat bantu berdoa saja. Tapi kalau kamu tidak cerdas dan tidak beriman, kamu akan melakukan idolatri pemberhalaan atau ketakutan terhadap patung.

 

VII.  Nasihat Ketiga, kamu jangan bekerja-sama dengan kuasa kegelapan untuk merekayasa patung (atau benda suci) yang aslinya gak punya daya apa-apa, menjadi seakan-akan punya daya. Gara-gara diberhalakan itulah maka sebuah benda malah kerasukan kuasa kegelapan.

 

VIII.  Nasihat Keempat, kamu jangan minta pelayanan dari kuasa kegelapan. Kalau kamu minta, dia juga minta upah. Upah yg dimintanya melebihi pelayanannya. Hartamu akan dirampoknya habis sampai kamu melarat. Bahkan dia ambil juga kesehatanmu, sampai kamu sakit-sakitan sampai tua, gak mati-mati.

 

IX. Nasihat Kelima, dalam berhala. Yang menyembah dan mencium kaki patung itu adalah tuannya. Sedang patungnya tsb. malah budaknya yang disuruh-suruh melayani tuannya agar kaya, kuat, dsb. Dalam berhala itu bukan Tuhan diadu lawan patung, tapi lawan Ego (aku). Kemauan Ego selalu dimenangkan, mengalahkan perintah dan larangan Tuhan. Kalau Tuhan saja kalah, apalagi cuma patung.  Demikian penjelasan yang bisa saya berikan, semoga bapak bisa lebih mengerti.

Tuhan Yesus memberkati.

 

~ RD. B. Justisianto

 

 
     

 

 

 
  UPDATE BERITA
Ketentuan Penerimaan Komuni Pertama 2016
 
Aneka Simbol Paskah dan Maknanya
 
Fun Game Minggu Paskah Setelah Misa Paskah Anak-anak Gereja St. Yakobus Citraland Surabaya
 
Jadwal Prapaskah Paskah 2015 Gereja Santo Yakobus - Citraland Surabaya
 
Keluarga Sebagai Sekolah Iman Yang Penuh Sukacita
 

Kirimkan Pertanyaan anda disini
Dari:
Telp:
Email:
Judul_tanya:
Pertanyaan

 

 
     
HOME | BERITA | AGENDA | GALERI
Biak: 71 | Rekat: 45 | Mudika: 166 | Dewasa: 282 | Lansia: 157 | KK: 158
Copyright © 2013 - 2017 stmaria.info