stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
  • KEBAHAGIAAN ADALAH PILIHAN DAN KEPUTUSAN YANG KITA TENTUKAN SENDIRI OLEH KEDEKATAN DAN KEINTIMAN KITA DENGAN-NYA
 
  BERITA ROHANI
 
 
Sejarah Paus
03 December 2013
Sejarah Paus

Dokumen dari Injil mengenai primat (peranan dan kuasa khusus) Petrus dan penggantinya, kiranya tidaklah mudah ditemukan dalam Injil.  Kita hanya punya bagian Mat 16:13-20, yang dikutip di atas mengenai primat Petrus tanpa menyebut penggantinya.

Dan Engkau Petrus, di atas wadas ini kudirikan Gereja-Ku.

 

Alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan kuberikan
kunci Kerajaan Surga…(bdk Mat 16: 13-20)

Yang jelas, dalam Matius 16:13-20, Yesus memang melihat Petrus, karena pengakuannya akan Yesus sebagai Mesias Anak Allah, mempunyai keistimewaan. Yang harus dicari adalah iman gereja sepanjang sejarah (tradisi suci) yang ikut membentuk iman akan peranan khusus Petrus dan para penggantinya (baca: Uskup Roma atau Paus). Dalam sejarah gereja awal, umat beriman yakin bahwa memang ada sebuah struktur dalam gereja yang dianggap memimpin semua gereja. Banyak tulisan para Bapa Gereja (abad ke III-V) memperlihatkan posisi Uskup Roma dihormati. Uskup Agung Roma (baca: Paus) dianggap yang “unggul dalam kesaksian iman dan cinta kasih.”

Mengapa demikian? Karena di Roma, Petrus (dan Paulus) memberikan kesaksian iman sampai menumpahkan darah mereka. Keuskupan Roma pun dianggap mempunyai “gengsi”, karena menyimpan tulang-belulang (relikwi) Petrus (dan Paulus). Kedua Rasul utama gereja ini dianggap sebagai sokoguru, memiliki tulang belulang (relikwi), dan lokasi di mana darah mereka dikucurkan demi iman, dianggap punya arti besar.

Itulah sebabnya, sejak awal Keuskupan Agung Roma dianggap Tahta Petrus (Kepausan) (1) unggul dalam kesaksian iman dan cinta kasih, karena kesaksian Petrus dan Paulus.  Maka dari itu, siapa pun yang menduduki tahta Keuskupan Agung Roma, dengan sendirinya dianggap mempunyai fungsi dan peranan demikian.

Konsili Nicea (325M) menyebut dengan eksplisit peranan tahta Keuskupan Agung Roma, dan bahwa setiap pertemuan besar universal gereja (Konsili) wajib dihadiri dan disetujui oleh Uskup Agung Roma (baca: Paus). Dari sini jelas terlihat bahwa posisi Paus dianggap penting. Tanpa kehadiran Uskup Roma (baca: Paus) tidak ada konsili yang dianggap sah, dan itu pun harus disetujui Paus.

Paus Leo I atau Santo Leo Magnus

Contoh menarik adalah peristiwa pada tahun 449, di mana kelompok bida’ah (ajaran sesat) berusaha memaksakan kehendak mereka dengan membuat sebuah Konsili (disebut Konsili Perompak / Bandit ) yang mendukung ajaran sesat tidak disetujui oleh Paus Leo I, karena dianggap tidak sah.  Bahkan, Paus Leo I sendiri memutuskan mengundang Konsili baru, yaitu Konsili Khalsedon (451), untuk berkumpul dan mengutuk konsili yang tidak sah, bahkan mengucilkan para Uskup yang secara sepihak mengadakan konsili dan menetapkan ajaran sesat.

Pada saat Konsili sah Khalsedon, seorang Uskup berteriak “adalah Petrus berbicara dan menetapkan melalui Leo.”  Di sinilah terlihat bahwa sejarah gereja sendiri, dari keyakinan para uskup, bahwa Uskup Agung Roma (Paus) mempunyai keistimewaan tertentu dan karisma tersendiri.

Harus diakui bahwa sejarah politik di wilayah Barat, membuat kedudukan Paus semakin penting, terutama pada Abad Pertengahan. Paus bahkan mempunyai negara sendiri, yang disebut Negara Paus, yang baru diambil alih oleh gerakan nasionalisme Italia pada tahun 1870.

Namun persoalannya tetap: iman gereja (Katolik), bahkan dalam arti tertentu Ortodoks, menganggap Uskup Agung Roma istimewa. Hal ini membuat di Konsili Vatikan I (1869) menetapkan bahwa Paus mempunyai sebuah karunia khusus, yaitu karunia ketidaksesatan ketika berbicara sebagai Paus (ex cathedra) dalam hal iman dan moral.

:: Lanjutkan

  Berita Lainnya
Ketentuan Penerimaan Komuni Pertama 2016
 
Aneka Simbol Paskah dan Maknanya
 
Fun Game Minggu Paskah Setelah Misa Paskah Anak-anak Gereja St. Yakobus Citraland Surabaya
 
Jadwal Prapaskah Paskah 2015 Gereja Santo Yakobus - Citraland Surabaya
 
Keluarga Sebagai Sekolah Iman Yang Penuh Sukacita
 
 
  JADWAL MISA
 

GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO YAKOBUS

Jalan Puri Widya Kencana Blok LL No 1, Surabaya

Telpon : (031) 7412800

 

Misa Pagi: Jam 5:30 WIB (Setiap Hari, Senin-Sabtu)

Hari Jumat Pertama: Pukul 19:00 WIB

Hari Sabtu: Pukul 18:00 WIB

Hari Minggu:Pukul 06:00, 08:00, 10:00, 18:00 WIB

Hari Minggu ke-5:Pukul 18:00 WIB (Misa Kharismatik)

Pengakuan Dosa: Hari Sabtu Jam 17.45 WIB

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:: JADWAL MISA MANDARIN 2016 DI SURABAYA ::  


  UPDATE LIFESTYLE
BPJS GRATIS
 
Kesuksesan Karena Iman
 
Ambillah Keputusan
 
Hewan Yang Paling Setia Didunia
 
Mr. Not Always Right
 

 

:: || P.E.R.H.A.T.I.A.N || ::
Umat Wilayah Santa Maria atau Donatur yang terkasih dalam Kristus. Apabila Ada yang berkenan ikut berpartisipasi dan mendukung program Wilayah Santa Maria, melalui Pemasangan Iklan pada Website Wilayah Santa Maria, atau Buletin ANGELA - Wilayah Santa Maria, atau hanya sumbangan dana saja bisa ke :
REKENING WILAYAH SANTA MARIA
BANK BCA KANTOR CABANG DARMO A/C No. 088 587 6868

 

 
     
HOME | BERITA | AGENDA | GALERI
Biak: 69 | Rekat: 46 | Mudika: 169 | Dewasa: 279 | Lansia: 160 | KK: 158
Copyright © 2013 - 2017 stmaria.info