stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
  • KEBAHAGIAAN ADALAH PILIHAN DAN KEPUTUSAN YANG KITA TENTUKAN SENDIRI OLEH KEDEKATAN DAN KEINTIMAN KITA DENGAN-NYA
 
  BERITA ROHANI
 
 
Silly Gift By Ioannes
07 February 2014
Silly Gift By Ioannes

Aku masih bisa mengingat masa kecilku yang konyol. Ketika Hari Ibu, aku dan adik berpikir keras untuk bisa memberi ibuku sebuah hadiah. Kami tidak tahu apa yang bisa kami beri karena kami masih SD. Boro-boro punya tabungan, uang jajan yang sudah minim itu selalu kami pakai untuk membeli jajan, entah bakso sekolahan yang menggiurkan, mi kremes penuh MSG dan pengawet yang membuat jadi o’on tapi lezat, atau permen Jagoan Neon yang membuat lidah berwarna seperti habis minum cat air. Terinspirasi oleh kisah di sebuah majalah anak-anak, alias Bobo, kami akhirnya membuat kupon-kuponan dari sobekan kertas dengan tulisan “Kupon Pijat Gratis”.

 

Sambil malu-malu kucing, kami menyerahkan hadiah itu kepada bunda. Kami berkata bahwa ia boleh menggunakan kupon itu agar kami pijat bila lelah bekerja. Ketika kami berikan pada beliau, beliau hanya tertawa geli. Setelah dipikir-pikir lagi, hadiah tersebut terlihat konyol sekali. Apalagi, kalau aku mengingat-ingat kejadian itu di usiaku saat ini. Apalah artinya kertas dan coretan tangan carut-marut itu? Sama sekali tidak berharga. Tapi, ibuku menerimanya dengan senyum dan menyimpannya. Aku kecil dan adikku saat itu tersenyum puas karena merasa telah memberikan sesuatu untuk ibu.

 

Mungkin, begitulah maksud dari kata-kata St. Josemaria Escriva yang mengatakan bahwa betapa pemberian hidup seseorang terlihat kecil bila diberikan kepada Allah. Allah begitu agung, mulia, dan bahagia. Dalam kehidupan interiornya, Allah Tritunggal tidak membutuhkan apa-apa lagi. Sedikitpun pujian dariku tidak menambah kemuliaan-Nya. Sedikitpun persembahanku tidak menambah keagungan-Nya.

 

“Sungguh, para bangsa bagaikan setitik air pada pinggir timba, bagaikan sebutir debu pada neraca. Sungguh, pulau-pulau tidak lebih berat dari tepung halus.
Semua hutan tidak cukup kayu bakarnya untuk kurban bakaran, dan segala margasatwa tidak cukup untuk persembahan. Di hadapan Tuhan, segala bangsa tidak berarti apa-apa, bagi Tuhan mereka hampa dan ketiadaan belaka” (Yes 40 : 15-17).

 

Akan tetapi, seperti orangtuaku, Ia menyambut persembahanku yang konyol itu. Ia melihat cinta yang aku selipkan dalam persembahanku itu, sebagaimana ibuku menghargai pemberianku dan adikku yang sebenarnya tidak berarti. Penderitaan dan pengorbanan diri yang aku persembahkan, yang aku satukan dengan korban Kristus yang sempurna, Allah Bapa terima dengan senyum yang lebar. Sungguh, Allah menampakkan rupa-Nya dalam diri orangtuaku. Hanya saja, aku sebagai anak-anak dan remaja seringkali lamban dalam menangkap Rupa-Nya yang tersamar itu.

 

Memang, Ia menerima persembahan diriku dengan segala kekuranganku. Permasalahannya adalah apakah aku telah memberikan diriku secara total. Apakah aku telah benar-benar memberi diriku padaNya tanpa menahan diri? Bila persembahan diri manusia secara total saja sebenarnya adalah tidak berarti menambah kemuliaan Tuhan, apalagi pemberian yang tidak penuh. Apabila gulali sebenarnya tidak bernilai bagi seorang dewasa, apalagi Allah Mahakuasa, apalagi gulali yang dipintal dengan setengah hati? Akankah aku terus bersembunyi di balik kelemahanku dan tidak berusaha memberikan persembahan dengan lebih baik lagi?

 

“Betapa pemberian hidup seseorang terlihat kecil bila diberikan pada Allah” – St. Josemaria Escriva

 

 

Ditulis oleh: Ioannes
Seorang biasa yang dipanggil Yesus untuk mengikutiNya dan bersatu dengan denganNya dalam Gereja yang Ia dirikan sendiri. Mencintai santo-santa dan berharap boleh mendapat anugerah ketaatan dan kerendahan hati seperti mereka. Saat ini sedang meretas jalan dan kesiapan diri untuk bergabung dengan salah satu ordo religius.

 

Katolisitas.org

 

 

  Berita Lainnya
Ketentuan Penerimaan Komuni Pertama 2016
 
Aneka Simbol Paskah dan Maknanya
 
Fun Game Minggu Paskah Setelah Misa Paskah Anak-anak Gereja St. Yakobus Citraland Surabaya
 
Jadwal Prapaskah Paskah 2015 Gereja Santo Yakobus - Citraland Surabaya
 
Keluarga Sebagai Sekolah Iman Yang Penuh Sukacita
 
 
  JADWAL MISA
 

GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO YAKOBUS

Jalan Puri Widya Kencana Blok LL No 1, Surabaya

Telpon : (031) 7412800

 

Misa Pagi: Jam 5:30 WIB (Setiap Hari, Senin-Sabtu)

Hari Jumat Pertama: Pukul 19:00 WIB

Hari Sabtu: Pukul 18:00 WIB

Hari Minggu:Pukul 06:00, 08:00, 10:00, 18:00 WIB

Hari Minggu ke-5:Pukul 18:00 WIB (Misa Kharismatik)

Pengakuan Dosa: Hari Sabtu Jam 17.45 WIB

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:: JADWAL MISA MANDARIN 2016 DI SURABAYA ::  


  UPDATE LIFESTYLE
BPJS GRATIS
 
Kesuksesan Karena Iman
 
Ambillah Keputusan
 
Hewan Yang Paling Setia Didunia
 
Mr. Not Always Right
 

 

:: || P.E.R.H.A.T.I.A.N || ::
Umat Wilayah Santa Maria atau Donatur yang terkasih dalam Kristus. Apabila Ada yang berkenan ikut berpartisipasi dan mendukung program Wilayah Santa Maria, melalui Pemasangan Iklan pada Website Wilayah Santa Maria, atau Buletin ANGELA - Wilayah Santa Maria, atau hanya sumbangan dana saja bisa ke :
REKENING WILAYAH SANTA MARIA
BANK BCA KANTOR CABANG DARMO A/C No. 088 587 6868

 

 
     
HOME | BERITA | AGENDA | GALERI
Biak: 67 | Rekat: 49 | Mudika: 166 | Dewasa: 282 | Lansia: 161 | KK: 158
Copyright © 2013 - 2017 stmaria.info