stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
  • KEBAHAGIAAN ADALAH PILIHAN DAN KEPUTUSAN YANG KITA TENTUKAN SENDIRI OLEH KEDEKATAN DAN KEINTIMAN KITA DENGAN-NYA
 
  BERITA ROHANI
 
 
Lamanya Waktu di Api Penyucian Sesudah Kematian
12 December 2013
Lamanya Waktu di Api Penyucian Sesudah Kematian

Sesudah kematian berapa lama seseorang akan tinggal di Api Penyucian?  Sejumlah orang sering bertanya-tanya apakah arwah keluarga yang meninggal sudah keluar dari Api Penyucian? Sesudah kematian, arwah kita tidak lagi tergantung pada waktu. Karena itu sulit ditentukan berapa lama masa pemurniannya. Secara umum bisa dikatakan, masing-masing orang harus menjalani masa pemurnian sebanding dengan jumlah dan berat kesalahan yang belum ditebus. St. Thomas Aquinas mengatakan, lamanya waktu sebanding dengan tingkat keterlekatan kepada dosa, dan beratnya rasa sakit sesuai dengan derajad kesalahan. Di Api Penyucian, tidak ada “lama” atau “sebentar”, karena waktu tak lagi berperan.

Tidak ada ajaran resmi Gereja yang berbicara tentang hal ini, tetapi tulisan para teolog banyak menyinggung tentang hal ini; juga anugerah penampakan dan penglihatan yang diterima oleh para kudus, seringkali menjadi dasar dari pengetahuan iman tentang alam baka.

 Untuk membantu pengertian, beberapa Santo atau Santa menggambarkan dengan “puluhan tahun” atau bahkan “berabad-abad”, menurut St. Bellarminus. Teolog Dominic Soto, seorang Dominikan dari Spanyol (1494-1550), dan Juan Maldonado, seorang Jesuit dari Spanyol (1533-1583), berani mengemukakan pendapat, orang tinggal di Api Penyucian tidak lebih lama dari sepuluh tahun! Praktik Gereja biasa mengukur indulgensi-indulgensi yang tidak penuh dalam jumlah hari yang pasti. “Lamanya” proses pemurnian ini bisa “diperpendek”, dengan kata lain ada “remisi” bagi para arwah ini, jika kita Gereja berjuang dan Gereja membantu dengan doa dan matiraga, terutama melalui Ekaristi.

Seringkali penyebab dari lamanya hukuman di Api Penyucian ini ialah banyak orang yang tak mau memanfaatkan sarana-sarana sakramental yang disediakan Yesus Kristus melalui Gereja,  seperti Sakramen Rekonsiliasi, Sakramen Pengurapan Orang Sakit, dan Sakramen Ekaristi. Sakramen-sakramen ini ditujukan mempersiapkan jiwa-jiwa untuk perjalanan terakhir mereka, memurnikan dari sisa-sisa dosa, meluputkan dari rasa sakitnya di kehidupan. Tentu perlu persiapan rohani untuk menerima sakramen-sakramen ini.  Semakin lama seseorang tak diberi sakramen- sakramen itu ketika sakit, semakin keadaan dan kesadaran orang itu menurun, maka makin berkurang pula kesiapan rohani untuk menerima sakramen-sakramen itu. Akibatnya dampak sakramen-sakramen itu tak maksimal, sehingga meninggalkan sisa hukuman dosa yang harus dibersihkan di Api Penyucian.

Mengapa saudara-saudari Kristen Protestan menolak ajaran tentang Api Penyucian? Apakah kita bisa menanggapi keberatan mereka?

Gereja Protestan percaya bahwa kurban Kristus telah membayar lunas semua dosa, sehingga manusia tidak perlu menderita atau melakukan silih apapun. Sanggahan kita, Kristus mengajarkan, jika Dia dikejar-kejar, maka kita pun harus siap dikejar-kejar (Yoh 15:20). Yesus juga berkata, barangsiapa hendak mengikuti Dia, harus memanggul salib (Mrk 8:34). Bahkan St. Paulus berkata, “Dalam dagingku, aku memenuhi apa yang masih kurang dalam penderitaan Kristus untuk Tubuh-Nya, yaitu Gereja.” (Kol 1:24).  Maka semua orang yang dibaptis, justru karena mereka dibaptis dalam kematian dan kebangkitan Kristus, harus mengambil bagian dalam penderitaan-Nya.

Menurut ajaran Gereja Protestan, pengampunan yang diberikan Allah sama sekali tak membutuhkan tindakan silih dari manusia. Sanggahan kita, justru apa yang diwahyukan Allah dalam Kitab Suci menunjukkan pengampunan Allah tidak menghapuskan akibat dosa yang harus ditanggung atau kompensasi yang harus dilakukan. Banyak contoh dalam Kitab Suci yang menunjukkan bahwa sesudah pengampunan yang diberikan, seseorang masih tetap harus menanggung penderitaan atau akibat dosanya (2 Sam 12:13-14; 2 Sam 24:10-16; Kej 3:17-19; Keb 10:1; Bil 12:9-15; Bil 20:12; 27:12; 1 Raj 21:20-29; 2 Raj 20). Yang dimaksud akibat dosa ialah kerusakan jiwa dan batin seseorang karena melakukan dosa.

 

  Berita Lainnya
Ketentuan Penerimaan Komuni Pertama 2016
 
Aneka Simbol Paskah dan Maknanya
 
Fun Game Minggu Paskah Setelah Misa Paskah Anak-anak Gereja St. Yakobus Citraland Surabaya
 
Jadwal Prapaskah Paskah 2015 Gereja Santo Yakobus - Citraland Surabaya
 
Keluarga Sebagai Sekolah Iman Yang Penuh Sukacita
 
 
  JADWAL MISA
 

GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO YAKOBUS

Jalan Puri Widya Kencana Blok LL No 1, Surabaya

Telpon : (031) 7412800

 

Misa Pagi: Jam 5:30 WIB (Setiap Hari, Senin-Sabtu)

Hari Jumat Pertama: Pukul 19:00 WIB

Hari Sabtu: Pukul 18:00 WIB

Hari Minggu:Pukul 06:00, 08:00, 10:00, 18:00 WIB

Hari Minggu ke-5:Pukul 18:00 WIB (Misa Kharismatik)

Pengakuan Dosa: Hari Sabtu Jam 17.45 WIB

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:: JADWAL MISA MANDARIN 2016 DI SURABAYA ::  


  UPDATE LIFESTYLE
BPJS GRATIS
 
Kesuksesan Karena Iman
 
Ambillah Keputusan
 
Hewan Yang Paling Setia Didunia
 
Mr. Not Always Right
 

 

:: || P.E.R.H.A.T.I.A.N || ::
Umat Wilayah Santa Maria atau Donatur yang terkasih dalam Kristus. Apabila Ada yang berkenan ikut berpartisipasi dan mendukung program Wilayah Santa Maria, melalui Pemasangan Iklan pada Website Wilayah Santa Maria, atau Buletin ANGELA - Wilayah Santa Maria, atau hanya sumbangan dana saja bisa ke :
REKENING WILAYAH SANTA MARIA
BANK BCA KANTOR CABANG DARMO A/C No. 088 587 6868

 

 
     
HOME | BERITA | AGENDA | GALERI
Biak: 67 | Rekat: 49 | Mudika: 166 | Dewasa: 282 | Lansia: 161 | KK: 158
Copyright © 2013 - 2017 stmaria.info