stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
  • KEBAHAGIAAN ADALAH PILIHAN DAN KEPUTUSAN YANG KITA TENTUKAN SENDIRI OLEH KEDEKATAN DAN KEINTIMAN KITA DENGAN-NYA
 
  BERITA ROHANI
 
 
Kegembiraan Kristen
07 January 2014
Kegembiraan Kristen

Seorang Filosof bernama Frederich Nietzsche (1844-1900), yang mengatakan benci dan alergi pada agama Kristen, karena dianggapnya mengajarkan “kesucian palsu” atau kemunafikan. Agama Kristen, menurutnya mengajarkan bahwa hidup di dunia harus penuh dengan mati-raga dan “muka muram” dalam menghadapi segala kesenangan dunia. Akibatnya orang Kristen menjadi murung, tak punya kegembiraan. Agama Kristen bahkan tidak bisa menikmati karunia indah seksualitas yang sebenarnya diberikan kepada manusia untuk dinikmati.

Sepintas, pendapat Nietzsche tersebut bisa dianggap benar, apabila kita melihat banyak orang salah memahami pesan Kristen. Banyak orang, apalagi di kalangan generasi muda yang menganggap Gereja adalah lembaga yang memberikan segala macam larangan, yang seolah-olah kita diminta untuk tak menikmati hidup. Banyak pihak memandang Gereja Katolik membatasi kebebasan manusia dalam menikmati segala yang ada di dunia ini.

“Bersukacitalah, sekali lagi kukatakan bersukacitalah …” (Flp 4:4), demikian kata Santo Paulus. Hidup Kristen bagi Paulus adalah suka cita. Suka cita karena Allah sudah dekat dan menyelamatkan kita semua. Kita tak diminta untuk murung seperti orang yang tak mempunyai harapan: dunia sudah diselamatkan oleh Tuhan. Bahkan lebih menarik lagi kalau kita melihat bahwa dunia serta isinya itu diciptakan Tuhan (dengan baik adanya) untuk kita nikmati. “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik” (Kej 1:131). Di tempat lain dikatakan, bahwa pada hari ketujuh Allah yang berhenti dari segala karya penciptaan-Nya dan memberkati semuanya (bdk. Kej 2:3). Ini berarti tak ada yang buruk dari dunia ini dan hidup manusia. Bahkan “Sabat” (hari istirahat Tuhan) diperintahkan kepada manusia supaya bisa “re-kreasi” (re-creation); yang artinya menghimpun tenaga baru, menikmati, memandang seperti Allah memandang segala sesuatu secara baik(kontemplasi), sehingga di hari-hari selanjutnya bisa memulai dengan kreatif. Kekristenan bukanlah agama yang menolak “leisure” (kesenangan). Kitab Pengkhotbah mengatakan, bahwa kesenangan dan makan-minum adalah sesuatu yang layak bagi manusia untuk bergembira setelah selesai dari jerih payah (Pkh 2:24, 5:18, 8:15). Maka berpesta dan menikmati waktu tertentu sebagai kenikmatan adalah kewajaran dan bahkan hak bagi manusia.

Setelah setahun penuh kita bekerja, kita membutuhkan waktu untuk suka cita dan pesta (fiesta). Manusia membutuhkan waktu khusus, bukan hanya untuk rekreasi melainkan merayakan apa yang telah dialaminya dengan gembira. Seperti Natal dan Tahun Baru yang kita telah (akan) alami, merupakan saat dimana manusia merayakan waktu suci untuk menikmati hidup. Manusia itu memang butuh waktu khusus untuk bergembira. Segala kesusahan, kesulitan, dan perjuangan untuk sementara waktu dikesampingkan. Tidaklah mungkin jika sepanjang tahun hanya selalu (setiap hari) ada kesusahan. Meski lebih banyak kesusahan, dalam perhentian sejenak pesta kita sebenarnya mengembangkan pengharapan akan masa depan yang lebih baik. Inti pengharapan Kristen itu adalah “habis gelap, terbitlah terang”. Maka dari itu, bergembira dan bersenang-senang (paling tidak setahun sekali) pada waktu-waktu tertentu itu adalah wajar dan pantas dinikmati.

Mungkin kita selalu salah membedakan antara menikmati dan cara menikmati, yang (harus diakui) kadangkala membuat orang ‘mengerutkan kening’. Kesenangan dan kenikmatan bukanlah dosa dan tidaklah per-se dosa. Kesenangan dan kenikmatan menjadi dosa, apabila kita menikmatinya dengan cara yang salah atau menikmati kesalahan yang memang dosa. Maka satu anjuran praktis: “Enjoy everything under the sun, except sin”  [Nikmatilah segala sesuatu di bawah matahari, kecuali dosa]. Kiranya ini menjadi nasehat yang sangat bijak dan mempunyai arti yang dalam.

Semoga kesenangan ini menyegarkan kita untuk berharap di masa-masa mendatang. Allah yang telah menemani kita selama tahun yang telah berlalu, pasti menunggu kita di depan agar kita bisa melewati tahun mendatang ini dengan baik. Amin.

 

Ditulis oleh :

Pastor Johanes Robini Marianto, OP

  Berita Lainnya
Ketentuan Penerimaan Komuni Pertama 2016
 
Aneka Simbol Paskah dan Maknanya
 
Fun Game Minggu Paskah Setelah Misa Paskah Anak-anak Gereja St. Yakobus Citraland Surabaya
 
Jadwal Prapaskah Paskah 2015 Gereja Santo Yakobus - Citraland Surabaya
 
Keluarga Sebagai Sekolah Iman Yang Penuh Sukacita
 
 
  JADWAL MISA
 

GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO YAKOBUS

Jalan Puri Widya Kencana Blok LL No 1, Surabaya

Telpon : (031) 7412800

 

Misa Pagi: Jam 5:30 WIB (Setiap Hari, Senin-Sabtu)

Hari Jumat Pertama: Pukul 19:00 WIB

Hari Sabtu: Pukul 18:00 WIB

Hari Minggu:Pukul 06:00, 08:00, 10:00, 18:00 WIB

Hari Minggu ke-5:Pukul 18:00 WIB (Misa Kharismatik)

Pengakuan Dosa: Hari Sabtu Jam 17.45 WIB

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:: JADWAL MISA MANDARIN 2016 DI SURABAYA ::  


  UPDATE LIFESTYLE
BPJS GRATIS
 
Kesuksesan Karena Iman
 
Ambillah Keputusan
 
Hewan Yang Paling Setia Didunia
 
Mr. Not Always Right
 

 

:: || P.E.R.H.A.T.I.A.N || ::
Umat Wilayah Santa Maria atau Donatur yang terkasih dalam Kristus. Apabila Ada yang berkenan ikut berpartisipasi dan mendukung program Wilayah Santa Maria, melalui Pemasangan Iklan pada Website Wilayah Santa Maria, atau Buletin ANGELA - Wilayah Santa Maria, atau hanya sumbangan dana saja bisa ke :
REKENING WILAYAH SANTA MARIA
BANK BCA KANTOR CABANG DARMO A/C No. 088 587 6868

 

 
     
HOME | BERITA | AGENDA | GALERI
Biak: 69 | Rekat: 46 | Mudika: 169 | Dewasa: 279 | Lansia: 160 | KK: 158
Copyright © 2013 - 2017 stmaria.info