stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
  • KEBAHAGIAAN ADALAH PILIHAN DAN KEPUTUSAN YANG KITA TENTUKAN SENDIRI OLEH KEDEKATAN DAN KEINTIMAN KITA DENGAN-NYA
 
  BERITA ROHANI
 
 
Bolehkah Umat Katolik Menerima Roti dan Anggur Saat Mengikuti Kebaktian di Gereja Protestan?
03 July 2014
Bolehkah Umat Katolik Menerima Roti dan Anggur Saat Mengikuti Kebaktian di Gereja Protestan?

Mungkin diantara kita pernah mengikuti ibadat / kebaktian di suatu Gereja Protestan. Dan di sana (tidak semua Gereja sama) diadakan perayaan yang mirip dengan ekaristi gereja Katolik. Roti dan anggur, dengan bentuk dan cara yang berbeda, dibagikan kepada jemaat yang hadir. Sebagai umat Katolik, bolehkah kita menerimanya? Apakah roti dan anggur itu sama seperti dalam iman Katolik, sungguh Tubuh dan Darah Kristus? Sebaliknya, ketika umat Protestan mengikuti Ekaristi di Gereja Katolik, bolehkan mereka menerima Komuni Kudus?

 

Pertama, jika menghadiri perjamuan kudus Gereja Kristen, sebaiknya umat Katolik tidak menerima roti dan anggur dari perjamuan kudus itu. Secara umum, dalam hal ekaristi / perjamuan kudus, ajaran mereka sangat berbeda dengan iman Katolik. Mereka mengajarkan bahwa perjamuan kudus merupakan pengenangan akan perjamuan yang dilakukan oleh Yesus dahulu. Nah, iman Katolik mengajarkan bahwa ekaristi bukan sekedar pengenangan saja namun sungguh suatu perayaan yang menghadirkan Kristus dan Kristus sendiri hadir nyata di dalamnya. Maka roti dan anggur yang kita terima dalam ekaristi bukan sekedar simbol Tubuh dan Darah Kristus. Roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus melalui pengucapan kata-kata konsekrasi yang dilakukan oleh imam yang mempunyai kuasa tahbisan (potestas ordinis) untuk melakukan konsekrasi roti dan anggur. Jadi yang kita sambut sungguh-sungguh Tubuh dan Darah Kristus.

 

 

Iman Katolik juga mengajarkan bahwa hanya imam, karena tahbisan kudus, yang boleh memimpin ekaristi. Kuasa tahbisan ini diwariskan turun temurun melalui upacara Sakramen Tahbisan dalam Gereja. Dalam Gereja non Katolik, sangat mungkin bahwa pendeta yang bertugas itu tidak mempunyai kuasa tahbisan. Maka, roti dan anggur yang mereka persembahkan dalam perjamuan kudus itu, bukanlah


Tubuh dan Darah Kristus menurut kepercayaan iman Katolik. Ikut serta menerima roti dan anggur dalam perjamuan kudus Kristen bisa mengaburkan ajaran Gereja Katolik tentang proses perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Dengan kata lain, jika umat Katolik ikut serta menerima roti dan anggur pada perjamuan kudus Gereja Kristen, maka bisa muncul anggapan seolah-olah perjamuan kudus itu sudah dianggap sama dengan Perayaan Ekaristi kita, padahal tidak demikian.

 

Kedua, untuk bisa menerima Sakramen Ekaristi (komuni) seseorang harus sudah dibaptis dan anggota Gereja Katolik. Sakramen Baptis yang dimaksud tidak harus Sakramen Baptis yang dilakukan oleh dan dalam Gereja Katolik. Artinya, bisa saja seorang beragama Kristen kemudian menjadi anggota Gereja Katolik. Karena pembaptisan Kristen dari Gereja asal diakui sah oleh Gereja Katolik, maka orang itu tidak perlu dibaptis lagi, tetapi cukup mengakukan di hadapan umat Kredo Katolik. Orang ini sudah dibaptis (secara Kristen) dan menjadi anggota Gereja Katolik secara penuh, maka dia boleh menerima komuni.

 

Di lain pihak, jika seorang yang dibaptis secara Katolik, tetapi kemudian berpindah menjadi anggota Gereja Kristen Protestan, maka dia tidak boleh menyambut komuni sebelum secara resmi kembali ke pangkuan Gereja Katolik dengan mengaku dosa dan penerimaan kembali secara resmi. Maka, syarat untuk menerima komuni ialah sudah dibaptis dan anggota Gereja Katolik (dan sudah menerima komuni pertama).

 


via gempar-news.blogspot.com

 

  Berita Lainnya
Ketentuan Penerimaan Komuni Pertama 2016
 
Aneka Simbol Paskah dan Maknanya
 
Fun Game Minggu Paskah Setelah Misa Paskah Anak-anak Gereja St. Yakobus Citraland Surabaya
 
Jadwal Prapaskah Paskah 2015 Gereja Santo Yakobus - Citraland Surabaya
 
Keluarga Sebagai Sekolah Iman Yang Penuh Sukacita
 
 
  JADWAL MISA
 

GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO YAKOBUS

Jalan Puri Widya Kencana Blok LL No 1, Surabaya

Telpon : (031) 7412800

 

Misa Pagi: Jam 5:30 WIB (Setiap Hari, Senin-Sabtu)

Hari Jumat Pertama: Pukul 19:00 WIB

Hari Sabtu: Pukul 18:00 WIB

Hari Minggu:Pukul 06:00, 08:00, 10:00, 18:00 WIB

Hari Minggu ke-5:Pukul 18:00 WIB (Misa Kharismatik)

Pengakuan Dosa: Hari Sabtu Jam 17.45 WIB

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:: JADWAL MISA MANDARIN 2016 DI SURABAYA ::  


  UPDATE LIFESTYLE
BPJS GRATIS
 
Kesuksesan Karena Iman
 
Ambillah Keputusan
 
Hewan Yang Paling Setia Didunia
 
Mr. Not Always Right
 

 

:: || P.E.R.H.A.T.I.A.N || ::
Umat Wilayah Santa Maria atau Donatur yang terkasih dalam Kristus. Apabila Ada yang berkenan ikut berpartisipasi dan mendukung program Wilayah Santa Maria, melalui Pemasangan Iklan pada Website Wilayah Santa Maria, atau Buletin ANGELA - Wilayah Santa Maria, atau hanya sumbangan dana saja bisa ke :
REKENING WILAYAH SANTA MARIA
BANK BCA KANTOR CABANG DARMO A/C No. 088 587 6868

 

 
     
HOME | BERITA | AGENDA | GALERI
Biak: 67 | Rekat: 49 | Mudika: 166 | Dewasa: 282 | Lansia: 161 | KK: 158
Copyright © 2013 - 2017 stmaria.info