stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
  • KEBAHAGIAAN ADALAH PILIHAN DAN KEPUTUSAN YANG KITA TENTUKAN SENDIRI OLEH KEDEKATAN DAN KEINTIMAN KITA DENGAN-NYA
 
  BERITA ROHANI
 
 
Anak Cacat dan Roti Gosong
18 March 2014
Anak Cacat dan Roti Gosong

1KORINTUS  13 : 4-7 :

1Kor 13:4 - Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

1Kor 13:5 - Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

1Kor 13:6 - Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

1Kor 13:7 - Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

 

 

Ini sebuah kisah nyata di Amerika Serikat dan juga dalam kehidupan nyata,

Ada seorang anak muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis muda juga yang baik hati. Kedua orang ini adalah dua konglomerat kaya. Sebelumnya merekapun selalu berdoa, “Tuhan berikanlah aku pasangan yang menurut Tuhan terbaik untuk saya… “

 

Setelah mereka menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, “Tuhan, berikanlah kami anak yang terbaik buat kami…”

 

Tetapi setelah 7 tahun mereka menikah, mereka tidak mempunyai anak.

 

Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan berubah lagi, maksudnya doa mereka berubah lagi, “Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak yang terbaik bagi kami…”
Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung, lalu lahirlah seorang anak bagi mereka.
“Anak laki-laki, pak!”, kata dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.

 

Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke rumah sakit.

 

Lalu si dokter berkata, “Pak, dengan berat hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda.”
Si ayah membalas, “Kabar apapun, saya siap menerimanya, pak dokter. Saya siap menghadapi yang terburuk”.  Dan hal yang buruk itu adalah, “bahwa putra anda tidak akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang lain”, jelas si dokter.
“Apa maksud dokter?” si ayah bertanya.

 

Dokter melanjutkan,“Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat disembuhkan. Yaitu cacat mental yang serius.”

 

Sang ayah lalu menitikan air mata dan berkata sambil berdoa, “Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu!”

 

KOL 3:14 - “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

 

Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan ditaruh di samping ranjang mereka berdua. Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut, tetapi mereka menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan kamar khusus untuk anak mereka tersebut.

 

Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.

 

Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau teman-temannya yang sedang berbahagia, ia selalu membawa serta istri dan anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu membanggakan anaknya. ‘Hai anak kami nih ganteng kan ?’ Selalu ia mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang terbesar dalam dirinya.. Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya. Meskipun dia cacat.

 

Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin kelihatan. Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar mulutnya akan keluar busa, dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes. Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangat menyayangi anak mereka yang cacat itu.

 

Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun, sekitar jam  4:30 pagi. Dalam pikirannya, ‘Hari ini, saya ingin buat sarapan yang sangat spesial buat papa.’

 

Setelah doa pagi, ia pergi menuju dapur. Ia mengambil sepotong roti, lalu menaruhnya dalam oven, dan menyetel waktunya sampai 10 menit. Tentu saja hasilnya gosong. Setelah bunyi ‘ting’, maka anak cacat itu menaruhnya di atas sebuah piring. Lalu ia mengoleskan selai  kacang keju yang (amat) sangat banyak, sambil berpikir, ‘Harus kasih yang banyak sekali buat papa, biar paling enak rasanya’.

 

Setelah itu, ia berlari ke kulkas, karena ayam diluar sudah mulai terdengar berkokok, lalu ia cepat-cepat mengambil sebutir telur. Dan lalu memanaskan panci di atas kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci tersebut, dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir, “Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena tidak perlu menunggu lama.”

 

Lalu ia bergegas mengambil sebuah cangkir, dan mengambil  toples kopi bubuk.  Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok teh, anak cacat ini mengambil sampai  5 sendok  kopi bubuk, sambil berpikir, “Kalau 2 sendok  saja sudah harum, apalagi 5 sendok, pasti papa suka.” Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu.

 

Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini,
‘ Papa , bangun dong, aku sudah buat sarapan yang spesial buat papa hari ini.’

 

Akhirnya ayahnya bangun, melihat dan menghirup aroma ’sedap’ dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut.  “..Wah pasti enak nih…”

 

Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak berkata, ‘Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ‘ kan biasanya papa yang doain. Ok ya papa?’

 

Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan,
"Papa ikutin ya… Tuhan Yesus, terima kasih ya, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan. Terima kasih Tuhan. Amin."

 

 

Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya,

 

 

“Enak kan pa?”

 

“Iya, enak sekali”, kata ayahnya lalu melanjutkan makan.

 

Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak bertanya,
“Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya lo.!” dengan penuh semangat

 

Si ayah berkata, “Wah kamu yang masak? Enak sekali anakku.”

 

Lalu si ayah melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, “Harum dan enak kan, pa?”

 

Si ayah tanpa ekpresi mual apapun, membalasnya,
“Pahit, tapi papa suka sekali.”

 

Dan dengan lugunya si anak menjawab,
“Ya iya dong papa, kopi kan pahit,” karena ia mengira ayahnya sedang bercanda.

 

 

Setelah semuanya habis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata
“Ray, kamu tahu tidak?”

 

”Tidak pa,” potong si anak cacat tersebut.

 

Lalu si ayah melanjutkan,
“Semua masakan kamu hari ini, enak sekali.”

 

Lalu si anak menjawab,
“Iya dong pa, kan aku yang masakan, spesial buat papa.”

 

Lalu si ayah berkata lagi,
“Kamu tahu tidak kenapa papa senang hari ini?’

 

Si anak sambil menggelengkan kepala,
“Tidak tahu, pa!”

 

“Karena hari ini kamu sudah buatkan sarapan yang spesial buat papa.”

 

Lalu si ayah melanjutkan,
“Ray, kamu tahu tidak kenapa papa sayang sekali sama kamu?”  

 

Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab,”tidak tahu, pa!”

 

“Karena kamu anak papa yang sudah bikin papa, seneng banget.”

 

“Raymond juga, sayang banget sama papa!”

 

Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang cacat itu, dan berkata kepada anaknya,
“Terima kasih ya nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi ini buat papa. Semuanya terasa, enak sekali.”

 

Lalu si anak menjawab,
“Sama-sama, papa”

 

Dan si ayah lalu berdoa dalam hatinya,
“Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang sangat sayang padaku”

 

 

Anda tahu, siapakah anak cacat tersebut?
Anak cacat tersebut adalah …

 

… K I T A

 

Kita adalah anak yang cacat itu yang memberikan kepada ayahnya... roti yang gosong, telur yang mentah dan kopi tua, juga kita, memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan.
Ya roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa yang tidak sempurna dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita yang tertuju pada Bapa di Surga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk Bapa kita di Surga.

 

 

Memang sulit melihat kenyataan bahwa kitalah anak cacat tersebut. Mengasihi dan menerima seorang anak yang cacat, yaitu seorang anak yang menurut nalar tidak memiliki masa depan dan tidak dapat diharapkan pastilah benar-benar memerlukan suatu kasih tidak bersyarat yang merupakan suatu pergumulan besar dalam hidup manusia.

 

 

Ingatlah Bapamu di Surga menyayangi kita, apa adanya kita, apa yang ada pada kita, apapun yang kita berikan dengan segenap hati kita, merupakan sebuah persembahan yang harum. Karena Bapa kita mengasihi kita, sampai-sampai Tuhan sendiri mengirimkan Anak-Nya untuk turun ke dunia, untuk menebus dan mematahkan segala kutuk atas diri kita, dan untuk membayar lunas segala hutang dosa kita dan menebus dosa kita dari maut..

 

 

Tuhan memberkati.

 

 

 

  Berita Lainnya
Ketentuan Penerimaan Komuni Pertama 2016
 
Aneka Simbol Paskah dan Maknanya
 
Fun Game Minggu Paskah Setelah Misa Paskah Anak-anak Gereja St. Yakobus Citraland Surabaya
 
Jadwal Prapaskah Paskah 2015 Gereja Santo Yakobus - Citraland Surabaya
 
Keluarga Sebagai Sekolah Iman Yang Penuh Sukacita
 
 
  JADWAL MISA
 

GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO YAKOBUS

Jalan Puri Widya Kencana Blok LL No 1, Surabaya

Telpon : (031) 7412800

 

Misa Pagi: Jam 5:30 WIB (Setiap Hari, Senin-Sabtu)

Hari Jumat Pertama: Pukul 19:00 WIB

Hari Sabtu: Pukul 18:00 WIB

Hari Minggu:Pukul 06:00, 08:00, 10:00, 18:00 WIB

Hari Minggu ke-5:Pukul 18:00 WIB (Misa Kharismatik)

Pengakuan Dosa: Hari Sabtu Jam 17.45 WIB

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

:: JADWAL MISA MANDARIN 2016 DI SURABAYA ::  


  UPDATE LIFESTYLE
BPJS GRATIS
 
Kesuksesan Karena Iman
 
Ambillah Keputusan
 
Hewan Yang Paling Setia Didunia
 
Mr. Not Always Right
 

 

:: || P.E.R.H.A.T.I.A.N || ::
Umat Wilayah Santa Maria atau Donatur yang terkasih dalam Kristus. Apabila Ada yang berkenan ikut berpartisipasi dan mendukung program Wilayah Santa Maria, melalui Pemasangan Iklan pada Website Wilayah Santa Maria, atau Buletin ANGELA - Wilayah Santa Maria, atau hanya sumbangan dana saja bisa ke :
REKENING WILAYAH SANTA MARIA
BANK BCA KANTOR CABANG DARMO A/C No. 088 587 6868

 

 
     
HOME | BERITA | AGENDA | GALERI
Biak: 71 | Rekat: 45 | Mudika: 167 | Dewasa: 282 | Lansia: 156 | KK: 158
Copyright © 2013 - 2017 stmaria.info