stmaria.info Wilayah St. Maria Paroki St. Yakobus Keuskupan Surabaya
  Home Berita Agenda Galeri  
   
  • KEBAHAGIAAN ADALAH PILIHAN DAN KEPUTUSAN YANG KITA TENTUKAN SENDIRI OLEH KEDEKATAN DAN KEINTIMAN KITA DENGAN-NYA
 
  BERITA ROHANI
 
 
Sakramen Pengurapan Orang Sakit Menunjukan kehadiran Yesus Yang Penuh Kasih Bagi Orang Sakit
03 April 2014
Sakramen Pengurapan Orang Sakit Menunjukan kehadiran Yesus Yang Penuh Kasih Bagi Orang Sakit

Kamis pagi 3 April 2014 Wilayah Santa Maria yang di wakili oleh ketua wilayah Santoso Patrick, ketua lingkungan St.Agatha Johannes Oei, dan ketua lingkungan St.Bernadette Lingga Wang bersama romo pembimbing wilayah RD. Stefanus Sondakh mengadakan kunjungan ke rumah-rumah umat di wilayah yang sedang sakit untuk Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Sakramen Pengurapan Orang Sakit adalah salah satu dari tujuh Sakramen yang diberikan Gereja kepada orang yang berada dalam kondisi sakit parah atau keadaan bahaya kematian. Tetapi, kepada orang-orang tua yang sudah sangat lemah dapat juga diterimakan Sakramen ini, meskipun tidak timbul keadaan sakit yang gawat. Sakramen yang dihadirkan oleh Gereja ini bagi kita merupakan ungkapan tindakan Yesus yang penuh belas kasih terhadap orang-orang sakit.
Seperti semua Sakramen, Urapan Suci ditetapkan oleh Yesus Kristus selama pelayanan-Nya di dunia. Katekismus menjelaskan hal tersebut demikian, “Urapan Orang Sakit yang kudus ini ditetapkan oleh Kristus Tuhan kita sebagai Sakramen Perjanjian Baru yang sebenarnya dan sesungguhnya” (KGK, 1511).

 

Kunjungan orang sakit hari Sabtu, 5 April 2014 bersama RD. Stefanus Sondakh kepada umat Wilayah Santa Maria; Oma Maria Magdalena yang usianya 93 tahun.

 

Dasar alkitabiah Sakramen Pengurapan Orang Sakit dapat kita temukan dalam Injil, khususnya Injil Lukas. Di situ ditampilkan perhatian Yesus yang sangat besar terhadap orang sakit. Bagi Yesus orang-orang sakit harus didekati, dirangkul, diteguhkan, dan disembuhkan. Itulah panggilan dan tugas perutusan-Nya. Dalam konteks ini kita memahami kata-kata Yesus, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit” (Luk 5:31).